Tampilkan postingan dengan label qur'an dan hadist. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label qur'an dan hadist. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2011

Surah Alfatihah Dan Khasiat-Nya

Surah Al-Fatihah (الفاتح , al-Fātihah, “Pembukaan”) adalah surat pertama dalam Kitab Suci  Al Qur’an. Surah ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Fatihah merupakan surah yang pertama-tama diturunkan dengan lengkap diantara surah-surah yang ada. Surah ini disebut Al-Fatihah (Pembukaan), karena dengan surah inilah dibuka dan dimulainya Al-Quran. Dinamakan Ummul Qur’an (induk Al-Quran/أمّ القرءان) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab/أمّ الكتاب) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab’ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang/السبع المثاني) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam sholat.
Ada sebuah petunjuk barangsiapa yang membaca Al Fathihah diantara sembahyang sunat subuh dengan Fardhu Subuh sebanyak 41 kali, maka dia akan:
  • Derajat dan pangkatnya naik.
  • Tidak akan mengalami kemiskinan.
  • Allah SWT akan membayar hutangnya
  • Menyembuhkan segala penyakit.
  • Dikuatkan kelemahannya oleh Allah.
  • Usahanya berhasil sampai yang dicita-citakannya terkabul.
Ada sebuah riwayat. Suatu ketika murid Syaikh al Tamimi memberi penjelasan: “Suatu hari penyakit telah menyerang negeri Maltan dengan dahsyatnya sehingga banyak terjadi kematian setiap hari. Lalu tuan Syaikh al-Tamimi meminta sahabat dan muridnya membaca Fatihah kepada mereka yang sakit tersebut. “Maka kami pun membaca dan meniupkannya ke atas kepala orang sakit itu, seketika orang sakit itu pun sembuh dang penyakitnya berkurangan.”
Begitulah rahasia kehebatan Al Fatihah. Siapa yang membaca 41 kali Fathihah untuk seorang yang sakit, setelah itu dihembuskan kepadanya, Insya Allah dia akan sehat.
Ibnu Abas r.a menjelaskan Saidina Hassan bin Ali r.a cucu Rasulullah SAW sakit. Melihat cucunya sakit, Rasulullah mengambil air dan membacakan fatihah dan membacakan 41 kali dalam suatu wadah, kemudain air itu disapukan ke muka, kepala dan dua belah tangan dan kaki serta perut dan anggota tubuh lainnya. Maka, penyakitnya segera sembuh.
Maka siapa saja yang mengidap sesuatu penyakit baca Al Fatihah sebanyak 41 setelah tiupkan ka segelas air dan itu baca doa ini: “Ya Allah sembuhkanlah karena Engkau Maha Penyembuh. Ya Allah lindungi karena Engkau Maha Pelindung. Ya Allah pulihkan karena Engkau Maha Pemulih.”
Selanjutnya berikan air minum kepada orang yang mengidap penyakit dan sapukan ke mukanya serta ke seluruh tubuhnya, dengan ijin Allah SWT, maka sakitnya akan sembuh.
Inilah manfaat lengkap wirid Al Fatihah:
PENYEMBUHAN PSIKOLOGIS
Membaca al Fathihah sebanyak 100 kali sehari pada tiap-tiap selesai sholat maka dia akan:
  • Dimudahkan rezkinya
  • Dimudahkan kesulitannya.
  • Dibersihkan hatinya.
  • Diangkat darjatnya.
  • Dimudahkan pekerjaannya.
  • Dilepaskan dari dukacita
  • Dijauhkan dari mudharat.
  • Diberikan sifat rajin dan semangat.
  • Tidak mudah kecewa.
  • Dijauhkan dari syaitan.
  • Perilakunya cenderung berbuat kebajikan
MENGEMBALIKAN PANGKAT DERAJAT JABATAN
Saipa yang dipecat dari pekerjaannya atau jatuh pangkat yang disandangnya dan ia berharap mengembalikan pangkatnya yang telah hilang tersebut maka hendaklah ia membaca Fathihah sebanyak 41 kali diantara Sunat Subuh dan Fardhunya selama 40 hari. Jangan kurang dari bilangan ini dan jangan putuskan ayat-ayat yang dibaca. Insayallah pangkatnya semula akan kembali bahkan ia akan menyandang pangkat yang lebih tinggi.
OBAT MANDUL
Siapa yang mandul dan belum mendapat anak selama menikah hendaklah ia membaca surah Fathihah 41 kali selam 40 hari dengan tidak putus-putus dan tidak kurang bilangannya. Dibaca di antara Sunat Subuh dan Fardhu Subuh. Maka, ia akan sgera mendapatkan anak yang sholeh.
MENYEMBUHKAN PENYAKIT KULIT
Baca Al Fathihah sebanyak 7 kali, kemudian ludahkan diatas kapas dan tempelkan pada kulit yang luka atau kulit yang berpenyakit  maka dengan izin Allah kulitnya sembuh.
PEKERJAAN BERES
Siapa yang melakukan pekerjaan dan hendak menyelesaikan pekerjaan itu dengan baik, bacalah Fathihah di tengah malam sebanyak 41 kali. Insyaallah dimudahkan pekerjaannya dengan tidak mendapat gangguan dan semuanya beres.
PENGHILANG LAPAR DAN DAHAGA
Siapa yang kehausan karena berada dalam perjalanan yang jauh misalnya di tengah padang pasir, atau di tengah laut saat berlayar tersesat yang tidak ada sedikitpun air dan ia dahaga atau lapar, hendaklah ia membaca Fathihah sekali diatas tapak tangannya, kemudian ditiupkan diatas tapak tangannya itu dan disapukan ke muka dan perutnya. Insyaallah ia tidak akan merasa lapar atau dahaga pada hari itu.
MENGOBATI SAKIT TELINGA
Jika mengidap sakit telinga baru atau pun lama, hendaklah dituliskan Fathihah dalam satu kertas kemudian dihapuskan tulisan itu dengan minyak mawar dan titikkan ke dalam telinga, insayaallah telinganya sehat.
BELENGGU PUN TERLEPAS
Apabila suatu ketika kita mengalami peristiwa kejahatan dan dibelenggu atau dirantai, maka bacakan Al Fathihah 121 kali, kemudian hembuskan ke ikatan atau belenggu tersebut. Insya allah akan terurai ikatan atau belunggu tersebut dengan izin Allah.
PAGAR GAIB
Petunjuk yang lain, siapa membaca Fathihah sekali saat ia meletakkan kepalanya di bantal saat akan tidur kemudian dilanjutkan dengan membaca:  Qulhuallahu Ahad 3 kali,  surah al Falaq sekali, surah an Nas sekali maka ia selamat dari segala kejahatan serta menjadi dinding dari kejahatan gaib dari syaitan dan segala makhluk yang akan merasuki tubuhnya pada saat dia tidur.
MENYEMBUHKAN SAKIT PELUPA
Jika dibacakan Fatihah:
  • 70 kali sehari
  • selama 7 hari
pada suatu yang wadah yang berisi air kemudian dihembuskan ke dalam air itu dan diberi minum kepada siapa yang kurang cerdas/ bodoh pelupa dan selalu negative thinking maka Insyaallah akan dibukakan pintu hatinya dan diberikan kepadanya kepahaman serta pengetahuan dan penyakit pelupanya segera sembuh. Pikirannya pun menjadi positive thinking
HAJAT SUKSES
Syaikh Mahayudin bin Arabi berkata: “Barangsiapa yang sedang menyelenggarakan hajat hendaklah ia membaca Al Fathihah sebanyak 41 kali, selepas sholat maghrib, jangan ia bergerak dari tempat duduknya, hingga selesai membaca sebanyak bilangan tersebut. Setelah itu bermohonlah kepada Tuhan hajatnya akan sukses maka dengan ijin Allah SWT, hajatnya alan lancer dan sukses tidak kurang suatu apa.
MINYAK FATIHAH
Jika di bacakan 70 kali Al Fathihah ke dalam minyak (apa saja jenis minyak) dan disimpan untuk persediaan agar mencegah masuk angin, atau untuk menyegarkan tenaga dan menyembuhkan urat. Juga bagi penyakit punggung dan pinggang. Insyaallah segera sehat apabila di gosokkan.
SEBAGAI PENAWAR
Jika disengat binatang berbisa seperti lipan, kala jengking atau binatang bersengat hendaklah diambil segelas air dan masukkan sedikit garam (butiran kasar) dalam air itu dan bacakan Al Fatihah sekali. Kemudian minumkan, Insyaallah bisa/racunnya akan hilang.
Barrakallahu ta’alaa

Senin, 27 Juni 2011

Menolak Kebenaran Awal Bencana dan Kekalahan


“Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan kepada orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang bersemayam di atas ‘Arsy). Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang ada di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak di sembah) melainkan Dia, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik).” (Qs. Thaahaa, 20: 1-8)


TANGGUNG JAWAB risalah dakwah yang di-bebankan Allah Swt ke-pada Kaum Muslim, sebagaimana diamanah-kan kepada Rasulullah Saw, tentunya tidak akan terasa berat manakala Kaum Muslim mau mene-lusuri sejarah panjang kehidupan Rasulullah Saw dan para sahabatnya, se-perti di paparkan dalam Al-Qur’anul Karim.
Ketika Umar ibn Khattab mencapai puncak kemarahannya kepada Rasulullah Saw dan Kaum Muslim, termasuk di antaranya adalah adik perempuannya sendiri, ia bergegas dengan pedang terhunus ditangan men-cari Rasulullah Saw, yang ia anggap mengganggu dan membuat masyarakat Makkah terpecah-belah. Yang tadinya tidak seorang pun berani mengatakan bahwa tradisi Jahiliah ada-lah tradisi terkutuk, tapi se-telah kedatangan Rasulul-lah Saw, suasana yang di-anggap telah tenang, da-mai, dan mapan selama ini, tiba-tiba diubah menjadi sesuatu yang membuat me-reka gempar. Bahkan mem-buat gigi graham mereka gemeretuk menahan ama-rah.
Api amarah yang di-usung oleh Umar dan orang-orang Quraish ha-nya akan padam bila di-bayar oleh melayangnya nyawa Muhammad. Begi-tulah gelora kebencian mereka kepada nabi yang dianggap sebagai biang segala kekacauan. Padahal mereka mengetahui bah-wa Muhammad adalah orang yang jujur. Tidak ada seorang dari bangsa Arab, bahkan dunia sekali-pun yang mendapat gelar Al-Amin, kecuali Muham-mad Rasulullah Saw. Hal ini membuktikan bahwa ternyata gelar dan pujian-pujian yang diberikan oleh Kaum Jahiliah tersebut tidak ada artinya, karena mereka mengingkari peng-hargaan yang mereka sematkan sendiri.
Tradisi-tradisi Jahi-liah yang selama ini me-reka jalankan dengan te-nang, tanpa ada koreksi dan teguran, ternyata di-babat habis oleh keda-tangan Muhammad yang mereka kenal paling jujur di muka bumi, paling halus dan lembut pekerti-nya, serta paling santun terhadap siapa saja. Bagi Umar, orang yang me-nyandang sekian banyak titel kemuliaan itu ternyata seorang pembawa bencana dan gangguan bagi me-reka. Umar merasa tak pantas berdiam diri saja, ia pun bersumpah untuk membunuh Rasulullah Saw.
Tetapi dengan takdir Allah Swt, gejolak dan kemarahan Umar dialih-kan dan disalurkan. Per-tama-tama, dengan api ke-marahan di ubun-ubun ia menuju rumah adik pe-rempuannya yang kala itu sedang belajar al-Qur’an.
Dari luar rumah ia mendengar ada suara, yang diantaranya adalah bacaan dari permulaan surat Thaahaa. Kema-rahannya ia lampiaskan dengan menempeleng adiknya dan membantik adik iparnya, hingga wajahnya lebam-lebam. Tetapi kemarahan Umar itu serta-merta reda karena kesadarannya tergugah ketika ia membaca sendiri catatan kecil yang berisi-kan beberapa ayat dari surat Thaahaa, yang ia rebut dari adiknya.



Apa sesungguhnya yang terjadi pada sosok Umar yang awalnya begitu anti Islam, berubah total menjadi pembela Islam, menjadi kekayaan Islam yang tiada tandingannya sampai hari kiamat?
Setelah di buka oleh ayat pertama, pada ayat kedua Allah menyatakan, “Wahai laki-laki (Muham-mad), Kami turunkan ke-padamu al-Qur’an bukan untuk membuat kamu celaka hidup di dunia”. Ayat ini menjadi bantahan Allah terhadap kaum Quraish yang berkeyakin-an bahwa Muhammad adalah manusia paling ce-laka, karena dia membawa al-Qur’an.
Melalui ayat ini Allah meyakinkan Nabi Saw, bahwa beliau dipilih dan diutus oleh Allah bukan untuk dicelakakan dan bukan pula untuk mene-rima musibah, sebagai-mana anggapan orang-orang Quraish dan Umar yang hendak membunuh beliau. Tetapi ada tujuan mulia, yaitu sebagaimana dinyatakan pada ayat ke-tiga, “Melainkan al-Qur’an ini diturunkan ke-pada kamu Muhammad supaya kamu menyam-paikan per-ingatan kepada orang yang masih punya takut kepada Allah”.

Ayat di atas berisi pe-negasan Allah yang sangat jelas, bahwa orang yang bisa diajak untuk meng-ikuti ajaran Islam hanya-lah orang-orang yang masih punya takut kepada Allah. Se-lebihnya tidak a-kan bisa.
Tanpa Paksaan


Mengajak se-mua manusia agar berkenan  meng-ikuti jejak Rasulul-lah Saw adalah harapan yang mu-lia, tetapi Allah memperi- ngatkan bahwa hal itu ada-lah suatu yang mustahil. Yang bisa diajak hanya-lah orang-orang yang dalam hati-nya masih ada rasa takut kepada Allah. Dengan demikian, hati Nabi Saw menjadi lega karena tidak ada target point men-jadikan semua manusia memeluk Islam. Allah ti-dak menuntut Nabi Saw mengislamkan semua orang, karena hal itu bukan kewajiban beliau. Beliau hanyalah penyeru, bukan penentu Islam atau tidak-nya seseorang.
Adapun orang-orang yang tidak punya rasa ta-kut kepada Allah menjadi urusan-Nya. Dengan be-gitu Rasulullah Saw bisa mengangkat muka dalam menyampaikan dakwah Islam.
Tidak adanya tang-gung jawab kewajiban mengislamkan semua o-rang bagi Rasulullah Saw, juga berlaku bagi Kaum Muslim sekarang. Dengan demikian, Umat Islam tidak diperkenankan me-maksa orang untuk harus beragama Islam dan tun-duk kepada Allah.
Pemaksaan agar se-mua orang memeluk Islam tidak parlu dilakukan me-ngingat kekuasaan Allah yang begitu tinggi. Hal ini yang ditegaskan pada ayat yang keempat, “Dan Qur’an ini Muhammad, di-turunkan dari Tuhan yang menciptakan bumi dan yang menciptakan langit yang tinggi”. Islam atau tidaknya sese-orang, tidak ber-pengaruh terha-dap kekuasaan Allah.
Hal lain yang tersurat pada ayat keempat ini adalah Allah meyakinkan manusia bahwa al-Qur’an bukanlah buatan Muham-mad, bukan pula buatan jin, dukun, apalagi para pe-nyair. Tapi Allah lah yang men-ciptakan langit dan bumi. Ini jaminan Allah kepada Nabi Saw supaya beliau tidak ragu dan bimbang karena perlawanan manusia.
Adanya pene-gaskan jaminan dari Allah menim-bulkan keyakinan kuat pada diri Rasulullah Saw bahwa beliau tak akan mungkin mampu dikalah-kan oleh manusia. Karena manusia tidak mungkin dapat mengalahkan pen-cipta langit dan bumi. Itu berarti pula bahwa manu-sia juga tidak akan mung-kin mengalahkan al-Qur’an. Inilah cermin ter-besar bagi kaum Muslim, bahwa ketika mereka kon-sisten membawa al-Qur-’an, maka tidak akan ada seorang pun yang mampu mengalahkan mereka.

Jaminan uni-versal bagi kaum Muslim, ketika me-reka menyam-paikan al-Qur’an yang sebenarnya, adalah mereka ti-dak akan bisa ber-buat neko-neko (macam-macam). Konsekuensinya, manusia hanya a-kan menjalankan yang diperintahkan oleh Allah Swt. Dan dakwah yang ia sampaikan ada-lah dakwah jujur tanpa ada yang di-sembunyikan, dan tanpa ada yang di-takuti kecuali Allah Swt.
Urgensi rasa takut yang harus dimiliki oleh Kaum Muslim adalah lahirnya kewajiban me-nyampaikan adanya siksa neraka. Allah memberi-kan keyakinan, “liman yakhsya”, hanya orang takutlah yang kamu ajak. Sedangkan orang yang tidak mempunyai rasa ta-kut tidak akan mungkin terketuk hatinya. Oleh ka-rena itu, menyampaikan kepada setiap orang ten-tang neraka dan siksanya, wajib hukumnya. Karena hal itulah yang menjadi titik pangkal untuk mem-bersihkan hati manusia. Ketakutan akan siksa ne-raka dan alam akhirat akan melahirkan kebersihan jiwa.
Namun kenyataan-nya, cerita-cerita tentang pedihnya siksa neraka cenderung disembunyi-kan oleh sebagian besar juru dakwah dengan ala-san takut ditolak oleh masyarakat, dengan alasan tidak akan disukai oleh masyarakat. Padahal, me-mang pada dasarnya tidak ada orang yang suka men-dengarkan hal-hal ngeri apalagi disiksa. Jangankan siksa akhirat, cerita ten-tang penjara di dunia saja, lengkap dengan penyik-saan, pemukulan dan lain sebagainya, sudah cukup membuat bergidik. Itulah watak manusia, apa yang tidak enak me-mang tidak akan disukai.

Tetapi jangan karena hal itu, ancaman neraka menjadi disembu-nyikan, sebab ke-tika dia sadar bah-wa azab itu tidak enak, maka hal itu-lah yang menjadi titik tonggak mun-culnya rasa takut kepada Allah.
Rasa takut ini-lah yang telah men-dera batin Umar. Ia tersentuh ayat, bahwa orang yang bisa memahami al-Qur’an adalah o-rang yang takut kepada Allah. Ma-ka ketika rasa takutnya ke-pada Allah telah muncul, saat itulah ia melupakan kemarahan dan kejeng-kelannya. Kesadaran yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan ia spontan bertanya kepada adiknya, “Dimana Muhammad sekarang?”. Adiknya balik bertanya, “Untuk apa kamu ber-tanya demikian?, kalau kamu ingin membunuh dia, sebagaimana kamu menganiaya aku, maka lebih kamu bunuh aku daripada kamu menemui Muhammad”.
Mentalitas yang di-tunjukkan oleh adik pe-rempuan Umar adalah mentalitas hasil gemble-ngan al-Qur’an. Lantaran rasa takut yang ia miliki kepada Allah, maka ia me-rasa lebih baik dirinya yang menjadi korban daripada harus mengorbankan utu-san Allah.
Inilah contoh sejarah cemerlang yang akan terus diangkat dengan rasa bang-ga sepanjang zaman. Bah-wa rasa takut kepada Allah akan memunculkan ke-cintaan kepada-Nya dan kitab suci-Nya, melahirkan pembelaan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Sebagai-mana dia rela menerima tanggung jawab dari Allah untuk menyampaikan al-Qur’an itu.
Mendengar pekataan adiknya, Umar menyang-gah, “Tidak, aku tidak akan memusuhinya lagi”. Sehingga adiknya pun memberi tahu, “Dia se-dang berada di rumahnya Arqam”.
Begitulah, ketakutan kepada Allah akan mem-bangun keimanan yang te-guh. Sebaliknya, seseorang yang hatinya nihil dari rasa takut, tidak akan bisa diharapkan untuk mem-bangun keimanan, apalagi kemauan untuk membela agama Allah.



Hanyalah orang-o-rang yang sadar akan perlunya bekal untuk hari esok yang akan mau mem-perjuangkan agama Allah, memperjuangkan Syari’at Allah di tengah-tengah masyarakat yang meng-anggap bahwa al-Qur’an adalah pembawa mala-petaka, sebagaimana ang-gapan orang-orang Qu-raish.

Jadi, kalau masya-rakat Islam menganggap bahwa al-Qur’an hanyalah pembawa perpecahan, ma-ka orang itu pada hakikat-nya telah berkhianat ke-pada Islam. Karena Allah telah menyatakan bahwa al-Qur’an ini datang bukan untuk membuat manusia celaka dan saling ber-musuhan.
Namun kenyataan inilah yang dewasa ini se-ring menjadi tontonan. Orang-orang yang menga-ku Islam, dengan bangga mengatakan, “Kami ber-musuhan sebagai hasil bacaan kami terhadap al Qur’an”. Inilah manusia-manusia yang celaka.
Inilah yang harus di-jaga oleh Kaum Muslim, jangan sampai terjadi per-pecahan dengan alasan sama-sama menjalankan al-Qur’an. Bila hal ini ter-jadi, berarti tuduhan o-rang-orang kafir Quraish benar adanya. Tapi ben-dera yang harus dikibar-kan oleh Kaum Muslim adalah bendera yang dibawa oleh Rasulullah Saw, “wamaa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘alamiin”.
Melalui keterangan di atas, diharapkan Kaum Muslim mampu meng-hayati tantangan dari ma-syarakat musyrik tentang al-Qur’an, serta bagaimana jawaban yang diberikan Allah kepada Nabi Mu-hammad Saw, tentang hakekat al-Qur’an ini. Setelah jelas bahwa al-Qur’an bukan untuk men-ciptakan kesengsaraan, dan tahu bahwa al-Qur’an hanya bisa diterima oleh orang-orang yang takut kepada Allah, ma-ka marilah segenap Kaum Muslim bersama-sama un-tuk mengikuti jejak Ra-sulullah dan para sahabat.
Aplikasi dari ke-sada-ran itu adalah kesediaan menyampaikan al-Qur’an secara terbuka, tidak perlu sembunyi-sembunyi, tidak perlu berbisik-bisik, tidak perlu hanya kepada kelom-poknya saja. Tetapi harus ada langkah spektakuler dengan menyampaikan al-Qur’an kepasar-pasar, ke-pada orang-orang kaya, ke rumah para pejabat, ke ru-mah orang-orang ber-kuasa, karena mereka itu-lah sasaran dakwah.
Bukan zamannya lagi main bisik-bisikan. Bukan-kah al-Qur’an diturunkan Allah bukan untuk dijadi-kan bahan bisikan, tetapi untuk disampaikan secara terbuka kepada siapa saja. Bukankah dalam menyam-paikan al-Qur’an yang dibutuhkan adalah percaya diri, bukan rasa minder. Dan bukankah menyam-paikan Islam tidak hanya dibatasi pada ruang masjid semata, atau dimushalla saja. Bila yang menjadi objek dakwah mempunyai rasa takut kepada Allah, maka do’a yang pantas terlontar adalah semoga mereka menjadi orang yang beriman. Amin

 
Artikel Ini Kerjasama antara:

Arrahmah.com dengan Risalah Mujahidin

http://www.arrahmah.com
The State of Islamic Media

Sabtu, 11 Juni 2011

SHALAT LAIL MENGHAPUS DOSA

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله أخبرني عن عمل يدخلني الجنة و يباعدني عن النار ؟ قال - لقد جئت تسأل عن عظيم وإنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه : تعبد الله لا تشرك به شيئاً وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت , ثم قال : ألا أدلك على أبواب الخير ؟ الصوم جُنة والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار , وصلاة الرجل في جوف الليل ثم تلا - تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون*فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ - ]السجدة16-17]... ثم قال ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه ؟ - قلت : بلى , يا رسول الله قال " رأسٍ الإسلام , وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد " ثم قال : ألا أخبرك بملاك ذلك كله ؟ " فقلت ك بلى يا رسول الله , فأخذ بلساني وقال - كف عليك هذا - فقلت : يا نبي الله , و إنا لمؤاخذون بما نتكلم ؟ فقال- ثكلتك أمك , وهل يكب الناس في النار على وجوههم - أو قال - على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم ؟! - رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu 'anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Tatajaafa junuubuhum ‘an madhaaji’… hingga …ya’maluun“. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih)




Sabda beliau “engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala”, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Kemudian sabda beliau “mengerjakan shalat”, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari’at-syari’at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji.

Kemudian sabda beliau “inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai”, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka.

Kemudian sabda beliau “shadaqah itu menghapuskan kesalahan”. Maksud shadaqah di sini adalah zakat.

Sabda beliau “shalat seseorang di tengah malam”.

Kemudian beliau membaca ayat :

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون*فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ - ]السجدة16-17]

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”.
(QS. As Sajadah 32 : 16-17)

maksudnya orang yang shalat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan shalat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya :

“Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan shalat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi :

“Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku”.

Sabda beliau :

“Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan hewan tidak akan hidup tanpa kepala.

Kemudian sabda beliau “tiang-tiangnya adalah shalat”. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang.

Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata :

“Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”. Kemudian sabda beliau : “Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?” Orang itu menjawab : “Siapa yang sanggup berbuat begitu!”

Sabdanya : “maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”, maksudnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya.


Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi :
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau diam”.

Demikian juga pada Hadits lain disebutkan :
“Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang ada di antara kedua pahanya, maka aku jamin dia masuk surga”


Refrensi:

الأربعون النووية

Hadits Arba'in An-Nawawi
Dengan Syarah Ibnu Daqiqil 'Ied

Wallahua'lam bishshsowwab
Semoga bermanfaat

Jumat, 10 Juni 2011

Hadits Saat Jibril Menjelaskan Neraka Kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wassalam.

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abu Hurairah
r .a . berkata: Rasulullah s .a .w .
bersabda: " Api neraka telah
dinyalakan selama seribu tahun
sehingga merah, kemudian
dilanjutkan seribu tahun sehingga
putih , kemudian dilanjutkan seribu
tahun sehingga gelap bagaikan
malam yang kelam ."

Diriwayatkan bahawa
Yazid bin Martsad selalu menangis
sehingga tidak pernah kering air
matanya dan ketika ditanya , maka
dijawabnya: Andaikata Allah s. w .t.
mengancam akan memanjarakan aku
didalam bilik mandi selama seribu
tahun . nescaya sudah selayaknya air
mataku tidak berhenti maka
bagaimana sedang kini telah
mengancam akan memasukkan aku
dalam api neraka yang telah
dinyalakan selama tiga ribu tahu ."

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari mujahid
berkata: "Sesungguhnya dijahannam
ada beberapa perigi berisi ular-ular
sebesar leher unta dan kala sebesar
kaldai, maka larilah orang- orang ahli
neraka keular itu, maka bila tersentuh
oleh bibirnya langsung terkelupas
rambut, kulit dan kuku dan mereka
tidak dapat selamat dari gigitan itu
kecuali jika lari kedalam neraka ."


Abdullah bin Jubair
meriwayatkan bahawa Rasulullah
s .a .w . bersabda: "Bahawa didalam
neraka ada ular-ular sebesar leher
unta , jika menggigit maka rasa redih
bisanya tetap terasa hingga empat
puluh tahun. Juga didalam neraka ada
kala sebesar kaldai, jika menggigit
maka akan terasa pedih bisanya
selama empat puluh tahun."


Al-a 'masy dari Yasid bin
Wahab dari Ibn Mas' ud berkata:
" Sesungguhnya apimu ini sebahagian
dari tujuh puluh bagian dari api
neraka , dan andaikan tidak
didinginkan dalam laut dua kali
nescaya kamu tidak dapat
mempergunakannya ."


Mujahid berkata:
" Sesungguhnya apimu ini berlindung
kepada Allah s. w .t. dari neraka
jahannam ." Rasulullah s. a. w .
bersabda: " Sesungguhnya seringan -
ringan siksa ahli neraka iaitu seorang
yang berkasutkan dari api nerka, dan
dapat mendidihkan otaknya, seolah -
olah ditelinganya ada api , dan giginya
berapi dan dibibirnya ada wap api ,
dan keluar ususnya dari bawah
kakinya , bahkan ia merasa bahawa
dialah yang terberat siksanya dari
semua ahli neraka, padahal ia sangat
ringan siksanya dari semua ahli
neraka ."


Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abdullah bin
Amr r. a. berkata: "Orang -orang neraka
memanggil Malaikat Malik tetapi tidak
dijawab selama empat puluh tahun ,
kemudian dijawabnya: "Bahawa kamu
tetap tinggal dalam neraka ."


Kemudian mereka berdoa
( memanggil) Tuhan : "Ya Tuhan,
keluarkanlah kami dari neraka ini,
maka bila kami mengulangi
perbuatan -perbuatan kami yang lalu
itu bererti kami zalim ." Maka tidak
dijawab selama umur dunia ini dua
kali , kemudian dijawab : " Hina dinalah
kamu didalam neraka dan jangan
berkata- kata."


Demi Allah setelah itu
tidak ada yang dapat berkata-kata
walau satu kalimah , sedang yang
terdengar hanya nafas keluhan dan
tangis rintihan yang suara mereka
hampir menyamai suara himar
( kaldai).


Qatadah berkata: " Hai
kaumku , apakah kamu merasa
bahawa itu pasti akan terkena pada
dirimu , atau kamu merasa akan kuat
menghadapinya . Hai kaumku, taatlah
kepada Allah s. w .t. itu jauh lebih
ringan bagi kamu kerana itu, taatilah
sebab ahli neraka itu kelak akan
mengeluh selama seribu tahun tetapi
tidak berguna bagi mereka, lalu
mereka berkata: " Dahulu ketika kami
didunia, bila kami sabar lambat laun
mendapat keringanan dan
kelapangan , maka mereka lalu
bersabar seribu tahun, dan tetap siksa
mereka tidak diringankan sehingga
mereka berkata: Ajazi 'na am sobarna
malana min mahish ( Yang
bermaksud) Apakah kami mengeluh
atau sabar, tidak dapat mengelakkan
siksa ini.



.Lalu minta hujan selama
seribu tahun sangat haus dan panas
neraka maka mereka berdoa selama
seribu tahun, maka Allah s .w .t .
berkata kepada Jibril: "Apakah yang
mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau
lebih mengetahui , ya Allah , mereka
minta hujan." Maka nampak pada
mereka awan merah sehingga mereka
mengira akan turun hujan, maka
dikirim kepada mereka kala-kala
sebesar kaldai, yang menggigit mereka
dan terasa pedih gigitan itu selama
seribu tahun.

Kemudian mereka minta
kepada Allah s. w .t. selama seribu
tahun untuk diturunkan hujan, maka
nampak mereka awan yang hitam,
mereka mengira bahawa itu akan
hujan, tiba-tiba turun kepada mereka
ular- ular sebesar leher unta, yang
menggigit mereka dan gigitan itu
terasa pedihnya hingga seribu tahun,
dan inilah ertinya : Zidnahum adzaba
fauqal adzabi . ( Yang bermaksud)

Kami tambahkan kepada mereka siksa
diatas siksa.


Kerana mereka dahulu
telah kafir , tidak percaya dan
melanggar tuntutan Allah s .w . t.,
kerana itulah maka siapa yang ingin
selamat dari siksaan Allah s.w . t. harus
sabar sementara atas segala
penderitaan dunia didalam mentaati
perintah dan menjauhi larangan Allah
s .w . t. dan menahan syahwat hawa
nafsu sebab syurga neraka diliputi
syahwat -syahwat .


Seorang pejungga
berkata: "Dalam usia tua itu cukup
pengalaman untuk mencegah orang
yang tenang dari sifat kekanak -
kanakan , apabila telah menyala api
dirambutnya (beruban ). Saya melihat
seorang itu ingin hidup tenang bila
dahan pohon telah menguning
sesudah hijaunya .


Jauhilah kawan
yang busuk dan berhati - hatilah,
jangan menghubunginya tetapi bila
tidak dapat, maka ambil hati-hatinya ,
dan berkawanlah pada orang yang
jujur tetapi jangan suka membantah
padanya , engkau pasti akan disukai
selma kau tidak membantah
kepadanya . Berkawanlah dengan
orang bangsawan dan yang berakhlak
baik budinya. "


Maka siapa yang berbuat
baik pada orang yang tidak berbudi
bererti ia telah membuang budi itu
kedalam laut. Dan Allah s .w . t.
mempunyai syurga yang selebar
langit tetapi diputi dengan kesukaran-
kesukaran .

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abu Hurairah
r .a . berkata: " Nabi Muhammad s .a .w
bersabda: " Allah memanggil Malaikat
Jibril dan menyuruhnya melihat
syurga dengan segala persiapannya
untuk ahlinya , maka ketika kembali

berkata Jibril: Demi kemuliaanMu,
tiada seorang yang mendengarnya
melainkan ia akan masuk kedalamnya ,
maka diliputi dengan serba kesukaran ,
dan menyuruh Jibril kembali
melihatnya , maka kembali melihatnya ,
kemudian ia berkata: Demi
kemuliaanMu saya khuatir kalau -kalau
tiada seorangpun yang masuk
kedalamnya .

Kemudian disuruh
melihat neraka dan semua yang
disediakan untuk ahlinya ,


maka
kembali Jibril dan berkata: Demi
kemuliaanMu tidak akan masuk
kedalamnya orang yang telah
mendengarnya , kemudian diliputi
dengan kepuasan syahwatnya , dan
diperintah supaya kembali melihatnya
kemudian setelah dilihatnya kembali,
berkatanya : Saya khuatir kalau tiada
seorangpun melainkan akan masuk
kedalamnya ."

Juga Nabi Muhammad
s .a .w bersabda: " Kamu boleh
menyebut tentang neraka sesukamu,
maka tiada kamu menyebut sesuatu
melainkan api neraka itu jauh lebih
ngeri dan lebih keras daripadanya ."

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Maimun bin
Nahran berkata: " Ketika turun ayat
( yang berbunyi ) Wa inna jahannam
lamau 'iduhum ajma' in (yang
bermaksud) Sesungguhnya neraka
jahannam itu sebagai ancaman bagi
semua mereka. Salman meletakkan
tangan diatas kepalanya dan lari
keluar selama tiga hari baru
ditemuikannya .


Yazid Arraqqasyi dari
Anas bin Malik r.a . berkata: " Jibril
datang kepada Nabi Muhammad
s .a .w pada saat yang tiada biasa
datang , dalam keadaan yang berubah
mukanya ,

maka ditanya oleh Nabi
Muhammad s .a .w : "Mengapa aku
melihat kau berubah muka?" Jawab
Jibril : " Ya Muhammad , aku datang
kepadamu pada saat dimana Allah
menyuruh supaya dikobarkan api
neraka , maka tidak layak bagi orang
yang mengetahui bahawa neraka
jahannam itu benar, siksa kubur itu
benar , siksa Allah itu terbesar untuk
bersuka -suka sebelum ia merasa
aman daripadanya ." Lalu Nabi


Muhammad s .a .w bersabda: " Ya Jibril ,
jelaskan kepadaku sifat jahannam. "
Jawabnya : " Ya, ketika Allah menjadikan
jahannam maka dinyalakan selama
seribu tahun sehingga merah,
kemudian dilanjutkan seribu tahun
hingga putih , kemudian seribu tahun
sehingga hitam, maka ia hitam gelap ,
tidak pernah padam nyala dan
baranya . Demi Allah yang
mengutuskan engkau dengan hak ,
andaikan terbuka sebesar lubang
jarum nescaya akan dapat membakar
penduduk dunia semuanya kerana
panasnya . Demi Allah yang
mengutuskan engkau dengan hak ,
andaikan satu baju ahli neraka itu
digantung diantara langit dan bumi
nescaya akan mati penduduk bumi
kerana panas dan baranya . Demi
Allah yang mengutus engkau dengan
hak , andaikan satu pergelangan dari
rantai yang disebut Allah dalam Al-
Quran itu diletakkan diatas bukit
nescaya akan cair sampai kebawah
bumi yang ketujuh. Demi Allah yang
mengutusmu dengan hak , andaikan
seorang dihujung barat tersiksa
nescaya akan terbakar orang-orang
yang dihujung timur kerana sangat
panasnya , jahannam itu sangat dalam
dan perhiasannya besi dan
minumannya air panas campur nanah
dan pakaiannya potongan api. Api
neraka itu ada mempunyai tujuh
pintu , tiap-tiap pintu ada bagian yang
tertentu dari orang laki -laki dan
perempuan ."


Nabi Muhammad s .a .w
bertanya : "Apakah pintu- pintunya
bagaikan pintu- pintu rumah -rumah
kami ?" Jawabnya: " Tidak, tetapi selalu
terbuka, setangahnya dibawah dari
lainnya , dari pintu ke pintu jarak
perjalanan tujuh puluh ribu tahun,
tiap pintu lebih panas dari yang lain
tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu
lebih panas dari yang lain tujuh puluh
kali ganda , maka digiring kesana
musuh - musuh Allah s. w .t. sehingga
bila telah sampai kepintunya
disambut oleh malaikat -malaikat
Zabaniyah dengan rantai dan
belenggu, maka rantai itu dimasukkan
kedalam mulut mereka hingga tembus
kepantat , dan diikat tangan kirinya
kelehernya , sedang tangan kanannya
dimasukkan dalam dada dan tembus
kebahunya , dan tiap- tiap manusia itu
digandeng dengan syaitannya lalu
diseret tersungkur mukanya sambil
dipukul oleh para malaikat dengan
pukul besi, tiap mereka ingin keluar
kerana sangat risau , maka
ditanamkan kedalamnya ."



Nabi Muhammad s .a .w
bertanya lagi : "Siapakah penduduk
masing - masing pintu itu ?" Jawabnya:
" Pintu yang terbawah untuk orang-
orang munafiq, orang- orang yang
kafir setelah diturunkan hidangan
mujizat Nabi Isa a .s . serta keluarga
Firaun sedang namanya Alhawiyah.
Pintu kedua tempat orang- orang
musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga
tempat orang-orang shobi'in
bernama Saqar. Pintu keempat
tempat iblis laknatullah dan
pengikutnya dari kaum Majusi
bernama Ladha, pintu kelima orang
yahudi bernama Huthomah . Pintu
keenam tempat orang- orang kristien
( Nasara ) bernama Sa'ie ."



Kemudian Jibril diam.....


segan pada Nabi Muhammad s. a. w
sehingga Nabi Muhammad s .a .w
bertanya : "Mengapa tidak kau
terangkan penduduk pintu ketujuh?"
Jawab Jibril: "Didalamnya orang- orang
yang berdosa besar dari ummatmu
yang sampai mati belum sempat
bertaubat ."


Maka Nabi Muhammad
s .a .w jatuh pengsan ketika
mendengar keterangan Jibril itu,
sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi
Muhammad s .a .w dipangkuan Jibril
sehingga sedar kembali, dan ketika
sudah sedar Nabi Muhammad s .a .w
bersabda: " Ya Jibril , sungguh besar
kerisauanku dan sangat sedihku ,
apakah ada seorang dari ummatku
yang akan masuk neraka ?" Jawab
Jibril : " Ya, iaitu orang yang berdosa
besar dari ummatmu ."
Kemudian Nabi


Muhammad s .a .w menangis, Jibril
juga menangis, kemudian Nabi
Muhammad s .a .w masuk kedalam
rumahnya dan tidak keluar kecuali
untuk sembahyang kemudian masuk
kembali dan tidak berbicara dengan
orang dan bila sembahyang selalu
menangis dan minta kepada Allah
s .w . t., dan pada hari ketiga datang
Abu Bakar r .a . kerumah Nabi


Muhammad s .a .w mengucapkan:
" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah . apakah dapat bertemu
kepada Nabi Muhammad s .a .w ?"
Maka tidak ada yang menjawabnya,
sehingga ia menepi untuk menangis,
kemudian Umar datang dan berkata:

" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah , apakah dapat bertemu
dengan Rasulullah s. a. w ?" Dan ketika
tidak mendapat jawapan dia pun
menepi dan menangis, kemudian
datang Salman Alfarisi dan berdiri
dimuka pintu sambil mengucapkan:

" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah , apakah dapat bertemu
dengan Junjunganku Rasulullah
s .a .w . ?" Dan ketika tidak mendapat
jawapan , dia menangis sehingga jatuh
dan bangun, sehingga sampai
kerumah Fatimah r .a . dan dimuka
pintunya ia mengucapkan:


" Assalamu'alaikum hai puteri
Rasulullah s .a .w ." Kebetulan pada
masa itu Ali r. a. tiada dirumah , lalu
bertanya : "Hai puteri Rasulullah,
sesungguhnya Rasulullah s .a .w . telah
beberapa hari tidak keluar kecuali
untuk sembahyang dan tidak berkata
apa- apa kepada orang dan juga tidak
mengizinkan orang-orang bertemu
dengannya. " Maka segeralah Fatimah
memakai baju yang panjang dan pergi
sehingga apabila beliau sampai
kedepan muka pintu rumah


Rasulullah s .a .w . dan memberi salam
sambil berkata: "Saya Fatimah, ya
Rasulullah ." Sedang Rasulullah s .a .w .
bersujud sambil menangis , lalu
Rasulullah s .a .w . mengangkat
kepalanya dan bertanya :


" Mengapakah kesayanganku ?" Apabila
pintu dibuka maka masuklah Fatimah
kedalam rumah Rasulullah s .a .w . dan
ketika melihat Rasulullah s. a. w .
menangislah ia kerana melihat
Rasulullah s .a .w . pucat dan sembam
muka kerana banyak menangis dan
sangat sedih , lalu ia bertanya : "Ya
Rasulullah , apakah yang
menimpamu?"


jawab Rasulullah
s .a .w . : " Jibril datang kepadaku dan
menerangkan sifat- sifat neraka
jahannam dan menerangkankan
bahawa bahagian yang paling atas
dari semua tingkat neraka jahannam
itu adalah untuk umatku yang berbuat
dosa -dosa besar, maka itulah yang
menyebabkan aku menangis dan
berduka cita .

" Fatimah bertanya lagi :


" Ya Rasulullah , bagaimana caranya
masuk ?" Jawab Rasulullah s. a. w .:
" Diiring oleh Malaikat keneraka , tanpa
dihitamkan muka juga tidak biru mata
mereka dan tidak ditutup mulut
mereka dan tidak digandingkan
dengan syaitan , bahkan tidak
dibelenggu atau dirantai.



" Ditanya Fatimah lagi : " Lalu bagaimana cara
Malaikat menuntun mereka?" Jawab
Rasulullah s .a .w .: " Adapun kaum lelaki
ditarik janggutnya sedangkan yang
perempuan ditarik rambutnya , maka
beberapa banyak dari orang -orang
tua dari ummatku yang mengeluh
ketika diseret keneraka : Alangkah tua
dan lemahku, demikian juga yang
muda mengeluh: Wahai kemudaanku
dan bagus rupaku , sedang wanita
mengeluh : Wahai alangkah maluku
sehingga dibawa Malaikat Malik. , dan
ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik
lalu bertanya: " Siapakah mereka itu,
maka tidak pernah saya dapatkan
orang yang akan tersiksa seperti
orang -orang ibi , muka mereka tidak
hitam, matanya tidak biru, mulut
mereka juga tidak tertutup dan tidak
juga diikat bersama syaitannya , dan
tidak dibelenggu atau dirantai leher
mereka?


Jawab Malaikat: "Demikianlah
kami diperintahkan membawa orang-
orang ini kepadamu sedemikian
rupa ." Lalu ditanya oleh Malaikat
Malik : "Siapakah wahai orang- orang
yang celaka ?"


Dalam lain riwayat
dikatakan ketika mereka diiring oleh
Malaikat Malik selalu memanggil: " Wa
Muhammad ." tetapi setalh melihat
muka Malaikat Malik lupa akan nama
Rasulullah s .a .w . kerana hebatnya
Malaikat Malik , lalu ditanya : " Siapakah
kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat
yang dituruni Al-Quran dan kami telah
puasa bulan Ramadhan . " Lalu
Malaikat Malik berkata: "Al- Quran tidak
diturunkan kecuali kepada ummat
Rasulullah s .a .w .. " Maka ketika itu
mereka menjerit: "Kami ummat Nabi
Muhammad s .a .w " Maka Malaikat
Malik bertanya : "Tidakkah telah ada
larangan dalam Al- Quran dari
ma 'siyat terhadap Allah subha nahu
ta' ala. " Dan ketika berada ditepi
neraka jahannam dan diserahkan
kepada Malaikat Zabaniyah , mereka
berkata: "Ya Malik , diizinkan saya akan
menangis ." Maka diizinkan , lalu
mereka menangis sampai habis
airmata, kemudian menangis lagi
dengan darah, sehingga Malaikat
Malik berkata: " Alangkah baiknya
menangis ini andaikata terjadi didunia
kerana takut kepada Allah s. w .t. ,
nescaya kamu tidak akan disentuh
oleh api neraka pada hari ini, lalu
Malaikat Malik berkata kepada Malaikat
Zabaniyah : "Lemparkan mereka
kedalam neraka ." dan bila telah
dilempar mereka serentak menjerit:

" La illaha illallah." maka surutlah api
neraka , Malaikat Malik berkata: " Hai
api , sambarlah mereka." Jawab api :

" Bagaimana aku menyambar mereka,
padahal mereka menyebut La illaha
illallah ." Malaikat Malik berkata:

" Demikianlah perintah Tuhan Rabbul
arsy ." maka ditangkaplah mereka oleh
api , ada yang hanya sampai tapak
kaki, ada yang sampai kelutut , ada
yang sampai kemuka. Malaikat Malik
berkata: "jangan membakar muka
mereka kerana kerana mereka telah
lama sujud kepada Allah s .w .t ., juga
jangan membakar hati mereka kerana
mereka telah haus pada bulan
Ramadhan .


" Maka tinggal dalam
neraka beberapa lama sambil
menyebut : " Ya Arhamar Rahimin, Ya
Hannan , Ya Mannan. " Kemudian bila
telah selesai hukuman mereka, maka
Allah s .w . t.memanggil Jibril dan
bertanya : "Ya Jibril, bagaimanakah
keadaan orang- orang yang maksiat
dari ummat Nabi Muhammad s. a. w ?"
Jawab Jibril: "Ya Tuhan , Engkau lebih
mengetahui ."


Lalu diperintahkan :
" Pergilah kau lihatkan keadaan
mereka. " Maka pergilah Jibril a .s .
kepada Malaikat Malik yang sedang
duduk diatas mimbar ditengah -
tengah jahannam . Ketika Malaikat
Malik melihat Jibril segera ia bangun
hormat dan berkata: "Ya Jibril,
mengapakah kau datang kesini?"
Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan
rombongan yang maksit dari ummat
Rasulullah s .a .w .?" Jawab Malaikat
Malik : "Sungguh ngeri keadaan
mereka dan sempit tempat mereka,
mereka telah terbakar badan dan
daging mereka kecuali muka dan hati
mereka masih berkilauan iman ." Jibril
berkata: "Bukalah tutup mereka
supaya saya dapat melhat mereka."


Maka Malaikat Malik menyuruh
Malaikat Zabaniyah membuka tutup
mereka dan ketika mereka melihat
Jibril mereka mengerti bahawa ini
bukan Malaikat yang menyiksa
manusia , lalu mereka bertanya :
" Siapakah hamba yang sangat bagus
rupanya itu ?" Jawab Malaikat Malik :
" Itu Jibril yang biasa membawa wahyu
kepada Nabi Muhammad s .a .w . "
Ketika mereka mendengar nama Nabi
Muhammad s .a .w . maka serentaklah
mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan
salam kami kepada Nabi Muhammad
s .a .w . dan beritakan bahawa maksiat
kamilah yang memisahkan kami
dengannya serta sampaikan keadaan
kami kepadanya ." Maka kembalilah
Jibril menghadap kepada Allah s .w .t .
lalu ditanya : " Bagaimana kamu
melihat ummat Muhammad ?" Jawab
Jilril : "Ya Tuhan , alangkah jeleknya
keadaan mereka dan sempit tempat
mereka. " Lalu Allah s .w .t . bertanya
lagi : "Apakah mereka minta apa- apa
kepadamu ?" Jawab Jibril: " Ya, mereka
minta disampaikan salam mereka
kepada Nabi Muhammad s .a .w . dan
diberitakan kepadanya keadaan
mereka. "

Maka Allah s. w .t. menyuruh
Jibril menyampaikan semua pesanan
itu kepada Nabi Muhammad s .a .w .
yang tinggal dalam khemah dari
permata yang putih , mempunyai
empat ribu buah pintu dan tiap- tiap
pintu terdapat dua daun pintu dari
emas , maka berkata Jibril: Ya
Muhammad , saya datang kepadamu
dari rombongan orang-orang yang
derhaka dari ummatmu yang masih
tersiksa dalam neraka , mereka
menyampaikan salam kepadamu dan
mengeluh bahawa keadaan mereka
sangat jelek dan sangat sempit tempat
mereka. " Maka pergilah Nabi
Muhammad s .a .w . kebawah arsy dan
bersujud dan memuji Allah s .w . t.
dengan ucapan yang tidak pernah
diucapkan oleh seorang makhlukpun
sehingga Allah s.w . t. menyuruh Nabi
Muhammad s .a .w . : " Angkatlah
kepalamu dan mintalah nescaya akan
diberikan, dan ajukan syafa 'atmu pasti
akan diterima ."

Maka Nabi
Muhammad s .a .w . berkata: " Ya
Tuhan , orang -orang yang durhaka
dari ummatku telah terlaksana pada
mereka hukum Mu dan balasanMu ,
maka terimalah syafa 'atku. " Allah
s .w . t. berfirman: "Aku terima
syafa 'atmu terhadap mereka, maka
pergilah keneraka dan keluarkan
daripadanya orang yang pernah
mengucap Laa ilaha illallah." Maka
pergilah Nabi Muhammad s. a. w .
keneraka dan ketika dilihat oleh
Malaiakt Malik , maka segera ia bangkit
hormat lalu ditanya : "Hai Malik ,
bagaimanakah keadaan ummatku
yang durhaka ?"

Jawab Malaikat Malik :
" Alangkah jeleknya keadaan mereka
dan sempit tempat mereka." Maka
diperintahkan membuka pintu dan
angkat tutupnya , maka apabila orang -
orang didalam neraka itu melihat Nabi
Muhammad s .a .w . maka mereka
menjerit serentak : " Ya Nabi
Muhammad s .a .w . , api neraka telah
membakar kulit kami ."

Maka
dikeluarkan semuanya berupa arang,
lalu dibawa mereka kesungai dimuka
pintu syurga yang bernama
Nahrulhayawan , dan disana mereka
mandi kemudian keluar sebagai orang
muda yang gagah, elok, cerah
matanya sedangkan wajah mereka
bagaikan bulan dan tertulis didahi
mereka Aljahanamiyun atau orang-
orang jahannam yang telah
dibebaskan oleh Allah s.w . t.. Dari
neraka kemudiannya mereka masuk
kesyurga , maka apabila orang -orang
neraka itu melihat kaum muslimin
telah dilepaskan dari neraka , mereka
berkata: "Aduh , sekiranya kami dahulu
Islam tentu kami dapat keluar dari
neraka ."

Allah s.w . t. berfirman:

" Rubama yawaddul ladzina kafaruu
lau kanu muslimin. " ( Yang
bermaksud) " Pada suatu saat kelak
orang -orang kafir ingin andaikan
mereka menjadi orang Muslim ."
Nabi Muhammad s .a .w .
bersabda: " Pada hari kiamat kelak
akan didatangkan maut itu berupa
kambing kibas putih hitam, lalu
dipanggil orang-orang syurga dan
ditanya : "Apakah kenal maut ?" Maka
mereka melihat dan mengenalnya ,
demikian pula ahli neraka ditanya :

" Apakah kenal maut ?" Mereka melihat
dan mengenalnya, kemudian kambing
itu disembelih diantara syurga dan
neraka , lalu diberitahu : " Hai ahli
syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli
neraka kini kekal tanpa mati. "
Demikianlah ayat : Wa andzirhum
yaumal hasrati idz qudhiyal amru
( Yang bermaksud) Peringatkanlah
mereka akan hari penyesalan ketika
maut telah dihapuskan."

Abu Hurairah r .a .
berkata: "Janganlah gembira seorang
yang lacur dengan suatu nikmat
kerana dibelakangnya ada yang
mengejarnya iaitu jahannam , tiap- tiap
berkurang ditambah pula nyalanya . "


tanbihul_ghafilin.tripod.com/sifatapi.htm