Jumat, 10 Juni 2011

Hadits Saat Jibril Menjelaskan Neraka Kepada Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wassalam.

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abu Hurairah
r .a . berkata: Rasulullah s .a .w .
bersabda: " Api neraka telah
dinyalakan selama seribu tahun
sehingga merah, kemudian
dilanjutkan seribu tahun sehingga
putih , kemudian dilanjutkan seribu
tahun sehingga gelap bagaikan
malam yang kelam ."

Diriwayatkan bahawa
Yazid bin Martsad selalu menangis
sehingga tidak pernah kering air
matanya dan ketika ditanya , maka
dijawabnya: Andaikata Allah s. w .t.
mengancam akan memanjarakan aku
didalam bilik mandi selama seribu
tahun . nescaya sudah selayaknya air
mataku tidak berhenti maka
bagaimana sedang kini telah
mengancam akan memasukkan aku
dalam api neraka yang telah
dinyalakan selama tiga ribu tahu ."

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari mujahid
berkata: "Sesungguhnya dijahannam
ada beberapa perigi berisi ular-ular
sebesar leher unta dan kala sebesar
kaldai, maka larilah orang- orang ahli
neraka keular itu, maka bila tersentuh
oleh bibirnya langsung terkelupas
rambut, kulit dan kuku dan mereka
tidak dapat selamat dari gigitan itu
kecuali jika lari kedalam neraka ."


Abdullah bin Jubair
meriwayatkan bahawa Rasulullah
s .a .w . bersabda: "Bahawa didalam
neraka ada ular-ular sebesar leher
unta , jika menggigit maka rasa redih
bisanya tetap terasa hingga empat
puluh tahun. Juga didalam neraka ada
kala sebesar kaldai, jika menggigit
maka akan terasa pedih bisanya
selama empat puluh tahun."


Al-a 'masy dari Yasid bin
Wahab dari Ibn Mas' ud berkata:
" Sesungguhnya apimu ini sebahagian
dari tujuh puluh bagian dari api
neraka , dan andaikan tidak
didinginkan dalam laut dua kali
nescaya kamu tidak dapat
mempergunakannya ."


Mujahid berkata:
" Sesungguhnya apimu ini berlindung
kepada Allah s. w .t. dari neraka
jahannam ." Rasulullah s. a. w .
bersabda: " Sesungguhnya seringan -
ringan siksa ahli neraka iaitu seorang
yang berkasutkan dari api nerka, dan
dapat mendidihkan otaknya, seolah -
olah ditelinganya ada api , dan giginya
berapi dan dibibirnya ada wap api ,
dan keluar ususnya dari bawah
kakinya , bahkan ia merasa bahawa
dialah yang terberat siksanya dari
semua ahli neraka, padahal ia sangat
ringan siksanya dari semua ahli
neraka ."


Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abdullah bin
Amr r. a. berkata: "Orang -orang neraka
memanggil Malaikat Malik tetapi tidak
dijawab selama empat puluh tahun ,
kemudian dijawabnya: "Bahawa kamu
tetap tinggal dalam neraka ."


Kemudian mereka berdoa
( memanggil) Tuhan : "Ya Tuhan,
keluarkanlah kami dari neraka ini,
maka bila kami mengulangi
perbuatan -perbuatan kami yang lalu
itu bererti kami zalim ." Maka tidak
dijawab selama umur dunia ini dua
kali , kemudian dijawab : " Hina dinalah
kamu didalam neraka dan jangan
berkata- kata."


Demi Allah setelah itu
tidak ada yang dapat berkata-kata
walau satu kalimah , sedang yang
terdengar hanya nafas keluhan dan
tangis rintihan yang suara mereka
hampir menyamai suara himar
( kaldai).


Qatadah berkata: " Hai
kaumku , apakah kamu merasa
bahawa itu pasti akan terkena pada
dirimu , atau kamu merasa akan kuat
menghadapinya . Hai kaumku, taatlah
kepada Allah s. w .t. itu jauh lebih
ringan bagi kamu kerana itu, taatilah
sebab ahli neraka itu kelak akan
mengeluh selama seribu tahun tetapi
tidak berguna bagi mereka, lalu
mereka berkata: " Dahulu ketika kami
didunia, bila kami sabar lambat laun
mendapat keringanan dan
kelapangan , maka mereka lalu
bersabar seribu tahun, dan tetap siksa
mereka tidak diringankan sehingga
mereka berkata: Ajazi 'na am sobarna
malana min mahish ( Yang
bermaksud) Apakah kami mengeluh
atau sabar, tidak dapat mengelakkan
siksa ini.



.Lalu minta hujan selama
seribu tahun sangat haus dan panas
neraka maka mereka berdoa selama
seribu tahun, maka Allah s .w .t .
berkata kepada Jibril: "Apakah yang
mereka minta?". Jawab Jibril: "Engkau
lebih mengetahui , ya Allah , mereka
minta hujan." Maka nampak pada
mereka awan merah sehingga mereka
mengira akan turun hujan, maka
dikirim kepada mereka kala-kala
sebesar kaldai, yang menggigit mereka
dan terasa pedih gigitan itu selama
seribu tahun.

Kemudian mereka minta
kepada Allah s. w .t. selama seribu
tahun untuk diturunkan hujan, maka
nampak mereka awan yang hitam,
mereka mengira bahawa itu akan
hujan, tiba-tiba turun kepada mereka
ular- ular sebesar leher unta, yang
menggigit mereka dan gigitan itu
terasa pedihnya hingga seribu tahun,
dan inilah ertinya : Zidnahum adzaba
fauqal adzabi . ( Yang bermaksud)

Kami tambahkan kepada mereka siksa
diatas siksa.


Kerana mereka dahulu
telah kafir , tidak percaya dan
melanggar tuntutan Allah s .w . t.,
kerana itulah maka siapa yang ingin
selamat dari siksaan Allah s.w . t. harus
sabar sementara atas segala
penderitaan dunia didalam mentaati
perintah dan menjauhi larangan Allah
s .w . t. dan menahan syahwat hawa
nafsu sebab syurga neraka diliputi
syahwat -syahwat .


Seorang pejungga
berkata: "Dalam usia tua itu cukup
pengalaman untuk mencegah orang
yang tenang dari sifat kekanak -
kanakan , apabila telah menyala api
dirambutnya (beruban ). Saya melihat
seorang itu ingin hidup tenang bila
dahan pohon telah menguning
sesudah hijaunya .


Jauhilah kawan
yang busuk dan berhati - hatilah,
jangan menghubunginya tetapi bila
tidak dapat, maka ambil hati-hatinya ,
dan berkawanlah pada orang yang
jujur tetapi jangan suka membantah
padanya , engkau pasti akan disukai
selma kau tidak membantah
kepadanya . Berkawanlah dengan
orang bangsawan dan yang berakhlak
baik budinya. "


Maka siapa yang berbuat
baik pada orang yang tidak berbudi
bererti ia telah membuang budi itu
kedalam laut. Dan Allah s .w . t.
mempunyai syurga yang selebar
langit tetapi diputi dengan kesukaran-
kesukaran .

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Abu Hurairah
r .a . berkata: " Nabi Muhammad s .a .w
bersabda: " Allah memanggil Malaikat
Jibril dan menyuruhnya melihat
syurga dengan segala persiapannya
untuk ahlinya , maka ketika kembali

berkata Jibril: Demi kemuliaanMu,
tiada seorang yang mendengarnya
melainkan ia akan masuk kedalamnya ,
maka diliputi dengan serba kesukaran ,
dan menyuruh Jibril kembali
melihatnya , maka kembali melihatnya ,
kemudian ia berkata: Demi
kemuliaanMu saya khuatir kalau -kalau
tiada seorangpun yang masuk
kedalamnya .

Kemudian disuruh
melihat neraka dan semua yang
disediakan untuk ahlinya ,


maka
kembali Jibril dan berkata: Demi
kemuliaanMu tidak akan masuk
kedalamnya orang yang telah
mendengarnya , kemudian diliputi
dengan kepuasan syahwatnya , dan
diperintah supaya kembali melihatnya
kemudian setelah dilihatnya kembali,
berkatanya : Saya khuatir kalau tiada
seorangpun melainkan akan masuk
kedalamnya ."

Juga Nabi Muhammad
s .a .w bersabda: " Kamu boleh
menyebut tentang neraka sesukamu,
maka tiada kamu menyebut sesuatu
melainkan api neraka itu jauh lebih
ngeri dan lebih keras daripadanya ."

Abul-Laits meriwayatkan
dengan sanadnya dari Maimun bin
Nahran berkata: " Ketika turun ayat
( yang berbunyi ) Wa inna jahannam
lamau 'iduhum ajma' in (yang
bermaksud) Sesungguhnya neraka
jahannam itu sebagai ancaman bagi
semua mereka. Salman meletakkan
tangan diatas kepalanya dan lari
keluar selama tiga hari baru
ditemuikannya .


Yazid Arraqqasyi dari
Anas bin Malik r.a . berkata: " Jibril
datang kepada Nabi Muhammad
s .a .w pada saat yang tiada biasa
datang , dalam keadaan yang berubah
mukanya ,

maka ditanya oleh Nabi
Muhammad s .a .w : "Mengapa aku
melihat kau berubah muka?" Jawab
Jibril : " Ya Muhammad , aku datang
kepadamu pada saat dimana Allah
menyuruh supaya dikobarkan api
neraka , maka tidak layak bagi orang
yang mengetahui bahawa neraka
jahannam itu benar, siksa kubur itu
benar , siksa Allah itu terbesar untuk
bersuka -suka sebelum ia merasa
aman daripadanya ." Lalu Nabi


Muhammad s .a .w bersabda: " Ya Jibril ,
jelaskan kepadaku sifat jahannam. "
Jawabnya : " Ya, ketika Allah menjadikan
jahannam maka dinyalakan selama
seribu tahun sehingga merah,
kemudian dilanjutkan seribu tahun
hingga putih , kemudian seribu tahun
sehingga hitam, maka ia hitam gelap ,
tidak pernah padam nyala dan
baranya . Demi Allah yang
mengutuskan engkau dengan hak ,
andaikan terbuka sebesar lubang
jarum nescaya akan dapat membakar
penduduk dunia semuanya kerana
panasnya . Demi Allah yang
mengutuskan engkau dengan hak ,
andaikan satu baju ahli neraka itu
digantung diantara langit dan bumi
nescaya akan mati penduduk bumi
kerana panas dan baranya . Demi
Allah yang mengutus engkau dengan
hak , andaikan satu pergelangan dari
rantai yang disebut Allah dalam Al-
Quran itu diletakkan diatas bukit
nescaya akan cair sampai kebawah
bumi yang ketujuh. Demi Allah yang
mengutusmu dengan hak , andaikan
seorang dihujung barat tersiksa
nescaya akan terbakar orang-orang
yang dihujung timur kerana sangat
panasnya , jahannam itu sangat dalam
dan perhiasannya besi dan
minumannya air panas campur nanah
dan pakaiannya potongan api. Api
neraka itu ada mempunyai tujuh
pintu , tiap-tiap pintu ada bagian yang
tertentu dari orang laki -laki dan
perempuan ."


Nabi Muhammad s .a .w
bertanya : "Apakah pintu- pintunya
bagaikan pintu- pintu rumah -rumah
kami ?" Jawabnya: " Tidak, tetapi selalu
terbuka, setangahnya dibawah dari
lainnya , dari pintu ke pintu jarak
perjalanan tujuh puluh ribu tahun,
tiap pintu lebih panas dari yang lain
tujuh puluh ribu tahun, tiap pintu
lebih panas dari yang lain tujuh puluh
kali ganda , maka digiring kesana
musuh - musuh Allah s. w .t. sehingga
bila telah sampai kepintunya
disambut oleh malaikat -malaikat
Zabaniyah dengan rantai dan
belenggu, maka rantai itu dimasukkan
kedalam mulut mereka hingga tembus
kepantat , dan diikat tangan kirinya
kelehernya , sedang tangan kanannya
dimasukkan dalam dada dan tembus
kebahunya , dan tiap- tiap manusia itu
digandeng dengan syaitannya lalu
diseret tersungkur mukanya sambil
dipukul oleh para malaikat dengan
pukul besi, tiap mereka ingin keluar
kerana sangat risau , maka
ditanamkan kedalamnya ."



Nabi Muhammad s .a .w
bertanya lagi : "Siapakah penduduk
masing - masing pintu itu ?" Jawabnya:
" Pintu yang terbawah untuk orang-
orang munafiq, orang- orang yang
kafir setelah diturunkan hidangan
mujizat Nabi Isa a .s . serta keluarga
Firaun sedang namanya Alhawiyah.
Pintu kedua tempat orang- orang
musyrikin bernama Jahim, pintu ketiga
tempat orang-orang shobi'in
bernama Saqar. Pintu keempat
tempat iblis laknatullah dan
pengikutnya dari kaum Majusi
bernama Ladha, pintu kelima orang
yahudi bernama Huthomah . Pintu
keenam tempat orang- orang kristien
( Nasara ) bernama Sa'ie ."



Kemudian Jibril diam.....


segan pada Nabi Muhammad s. a. w
sehingga Nabi Muhammad s .a .w
bertanya : "Mengapa tidak kau
terangkan penduduk pintu ketujuh?"
Jawab Jibril: "Didalamnya orang- orang
yang berdosa besar dari ummatmu
yang sampai mati belum sempat
bertaubat ."


Maka Nabi Muhammad
s .a .w jatuh pengsan ketika
mendengar keterangan Jibril itu,
sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi
Muhammad s .a .w dipangkuan Jibril
sehingga sedar kembali, dan ketika
sudah sedar Nabi Muhammad s .a .w
bersabda: " Ya Jibril , sungguh besar
kerisauanku dan sangat sedihku ,
apakah ada seorang dari ummatku
yang akan masuk neraka ?" Jawab
Jibril : " Ya, iaitu orang yang berdosa
besar dari ummatmu ."
Kemudian Nabi


Muhammad s .a .w menangis, Jibril
juga menangis, kemudian Nabi
Muhammad s .a .w masuk kedalam
rumahnya dan tidak keluar kecuali
untuk sembahyang kemudian masuk
kembali dan tidak berbicara dengan
orang dan bila sembahyang selalu
menangis dan minta kepada Allah
s .w . t., dan pada hari ketiga datang
Abu Bakar r .a . kerumah Nabi


Muhammad s .a .w mengucapkan:
" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah . apakah dapat bertemu
kepada Nabi Muhammad s .a .w ?"
Maka tidak ada yang menjawabnya,
sehingga ia menepi untuk menangis,
kemudian Umar datang dan berkata:

" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah , apakah dapat bertemu
dengan Rasulullah s. a. w ?" Dan ketika
tidak mendapat jawapan dia pun
menepi dan menangis, kemudian
datang Salman Alfarisi dan berdiri
dimuka pintu sambil mengucapkan:

" Assalamu'alaikum ya ahla baiti
rahmah , apakah dapat bertemu
dengan Junjunganku Rasulullah
s .a .w . ?" Dan ketika tidak mendapat
jawapan , dia menangis sehingga jatuh
dan bangun, sehingga sampai
kerumah Fatimah r .a . dan dimuka
pintunya ia mengucapkan:


" Assalamu'alaikum hai puteri
Rasulullah s .a .w ." Kebetulan pada
masa itu Ali r. a. tiada dirumah , lalu
bertanya : "Hai puteri Rasulullah,
sesungguhnya Rasulullah s .a .w . telah
beberapa hari tidak keluar kecuali
untuk sembahyang dan tidak berkata
apa- apa kepada orang dan juga tidak
mengizinkan orang-orang bertemu
dengannya. " Maka segeralah Fatimah
memakai baju yang panjang dan pergi
sehingga apabila beliau sampai
kedepan muka pintu rumah


Rasulullah s .a .w . dan memberi salam
sambil berkata: "Saya Fatimah, ya
Rasulullah ." Sedang Rasulullah s .a .w .
bersujud sambil menangis , lalu
Rasulullah s .a .w . mengangkat
kepalanya dan bertanya :


" Mengapakah kesayanganku ?" Apabila
pintu dibuka maka masuklah Fatimah
kedalam rumah Rasulullah s .a .w . dan
ketika melihat Rasulullah s. a. w .
menangislah ia kerana melihat
Rasulullah s .a .w . pucat dan sembam
muka kerana banyak menangis dan
sangat sedih , lalu ia bertanya : "Ya
Rasulullah , apakah yang
menimpamu?"


jawab Rasulullah
s .a .w . : " Jibril datang kepadaku dan
menerangkan sifat- sifat neraka
jahannam dan menerangkankan
bahawa bahagian yang paling atas
dari semua tingkat neraka jahannam
itu adalah untuk umatku yang berbuat
dosa -dosa besar, maka itulah yang
menyebabkan aku menangis dan
berduka cita .

" Fatimah bertanya lagi :


" Ya Rasulullah , bagaimana caranya
masuk ?" Jawab Rasulullah s. a. w .:
" Diiring oleh Malaikat keneraka , tanpa
dihitamkan muka juga tidak biru mata
mereka dan tidak ditutup mulut
mereka dan tidak digandingkan
dengan syaitan , bahkan tidak
dibelenggu atau dirantai.



" Ditanya Fatimah lagi : " Lalu bagaimana cara
Malaikat menuntun mereka?" Jawab
Rasulullah s .a .w .: " Adapun kaum lelaki
ditarik janggutnya sedangkan yang
perempuan ditarik rambutnya , maka
beberapa banyak dari orang -orang
tua dari ummatku yang mengeluh
ketika diseret keneraka : Alangkah tua
dan lemahku, demikian juga yang
muda mengeluh: Wahai kemudaanku
dan bagus rupaku , sedang wanita
mengeluh : Wahai alangkah maluku
sehingga dibawa Malaikat Malik. , dan
ketika telah dilihat oleh Malaikat Malik
lalu bertanya: " Siapakah mereka itu,
maka tidak pernah saya dapatkan
orang yang akan tersiksa seperti
orang -orang ibi , muka mereka tidak
hitam, matanya tidak biru, mulut
mereka juga tidak tertutup dan tidak
juga diikat bersama syaitannya , dan
tidak dibelenggu atau dirantai leher
mereka?


Jawab Malaikat: "Demikianlah
kami diperintahkan membawa orang-
orang ini kepadamu sedemikian
rupa ." Lalu ditanya oleh Malaikat
Malik : "Siapakah wahai orang- orang
yang celaka ?"


Dalam lain riwayat
dikatakan ketika mereka diiring oleh
Malaikat Malik selalu memanggil: " Wa
Muhammad ." tetapi setalh melihat
muka Malaikat Malik lupa akan nama
Rasulullah s .a .w . kerana hebatnya
Malaikat Malik , lalu ditanya : " Siapakah
kamu?" Jawab mereka: "Kami ummat
yang dituruni Al-Quran dan kami telah
puasa bulan Ramadhan . " Lalu
Malaikat Malik berkata: "Al- Quran tidak
diturunkan kecuali kepada ummat
Rasulullah s .a .w .. " Maka ketika itu
mereka menjerit: "Kami ummat Nabi
Muhammad s .a .w " Maka Malaikat
Malik bertanya : "Tidakkah telah ada
larangan dalam Al- Quran dari
ma 'siyat terhadap Allah subha nahu
ta' ala. " Dan ketika berada ditepi
neraka jahannam dan diserahkan
kepada Malaikat Zabaniyah , mereka
berkata: "Ya Malik , diizinkan saya akan
menangis ." Maka diizinkan , lalu
mereka menangis sampai habis
airmata, kemudian menangis lagi
dengan darah, sehingga Malaikat
Malik berkata: " Alangkah baiknya
menangis ini andaikata terjadi didunia
kerana takut kepada Allah s. w .t. ,
nescaya kamu tidak akan disentuh
oleh api neraka pada hari ini, lalu
Malaikat Malik berkata kepada Malaikat
Zabaniyah : "Lemparkan mereka
kedalam neraka ." dan bila telah
dilempar mereka serentak menjerit:

" La illaha illallah." maka surutlah api
neraka , Malaikat Malik berkata: " Hai
api , sambarlah mereka." Jawab api :

" Bagaimana aku menyambar mereka,
padahal mereka menyebut La illaha
illallah ." Malaikat Malik berkata:

" Demikianlah perintah Tuhan Rabbul
arsy ." maka ditangkaplah mereka oleh
api , ada yang hanya sampai tapak
kaki, ada yang sampai kelutut , ada
yang sampai kemuka. Malaikat Malik
berkata: "jangan membakar muka
mereka kerana kerana mereka telah
lama sujud kepada Allah s .w .t ., juga
jangan membakar hati mereka kerana
mereka telah haus pada bulan
Ramadhan .


" Maka tinggal dalam
neraka beberapa lama sambil
menyebut : " Ya Arhamar Rahimin, Ya
Hannan , Ya Mannan. " Kemudian bila
telah selesai hukuman mereka, maka
Allah s .w . t.memanggil Jibril dan
bertanya : "Ya Jibril, bagaimanakah
keadaan orang- orang yang maksiat
dari ummat Nabi Muhammad s. a. w ?"
Jawab Jibril: "Ya Tuhan , Engkau lebih
mengetahui ."


Lalu diperintahkan :
" Pergilah kau lihatkan keadaan
mereka. " Maka pergilah Jibril a .s .
kepada Malaikat Malik yang sedang
duduk diatas mimbar ditengah -
tengah jahannam . Ketika Malaikat
Malik melihat Jibril segera ia bangun
hormat dan berkata: "Ya Jibril,
mengapakah kau datang kesini?"
Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan
rombongan yang maksit dari ummat
Rasulullah s .a .w .?" Jawab Malaikat
Malik : "Sungguh ngeri keadaan
mereka dan sempit tempat mereka,
mereka telah terbakar badan dan
daging mereka kecuali muka dan hati
mereka masih berkilauan iman ." Jibril
berkata: "Bukalah tutup mereka
supaya saya dapat melhat mereka."


Maka Malaikat Malik menyuruh
Malaikat Zabaniyah membuka tutup
mereka dan ketika mereka melihat
Jibril mereka mengerti bahawa ini
bukan Malaikat yang menyiksa
manusia , lalu mereka bertanya :
" Siapakah hamba yang sangat bagus
rupanya itu ?" Jawab Malaikat Malik :
" Itu Jibril yang biasa membawa wahyu
kepada Nabi Muhammad s .a .w . "
Ketika mereka mendengar nama Nabi
Muhammad s .a .w . maka serentaklah
mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan
salam kami kepada Nabi Muhammad
s .a .w . dan beritakan bahawa maksiat
kamilah yang memisahkan kami
dengannya serta sampaikan keadaan
kami kepadanya ." Maka kembalilah
Jibril menghadap kepada Allah s .w .t .
lalu ditanya : " Bagaimana kamu
melihat ummat Muhammad ?" Jawab
Jilril : "Ya Tuhan , alangkah jeleknya
keadaan mereka dan sempit tempat
mereka. " Lalu Allah s .w .t . bertanya
lagi : "Apakah mereka minta apa- apa
kepadamu ?" Jawab Jibril: " Ya, mereka
minta disampaikan salam mereka
kepada Nabi Muhammad s .a .w . dan
diberitakan kepadanya keadaan
mereka. "

Maka Allah s. w .t. menyuruh
Jibril menyampaikan semua pesanan
itu kepada Nabi Muhammad s .a .w .
yang tinggal dalam khemah dari
permata yang putih , mempunyai
empat ribu buah pintu dan tiap- tiap
pintu terdapat dua daun pintu dari
emas , maka berkata Jibril: Ya
Muhammad , saya datang kepadamu
dari rombongan orang-orang yang
derhaka dari ummatmu yang masih
tersiksa dalam neraka , mereka
menyampaikan salam kepadamu dan
mengeluh bahawa keadaan mereka
sangat jelek dan sangat sempit tempat
mereka. " Maka pergilah Nabi
Muhammad s .a .w . kebawah arsy dan
bersujud dan memuji Allah s .w . t.
dengan ucapan yang tidak pernah
diucapkan oleh seorang makhlukpun
sehingga Allah s.w . t. menyuruh Nabi
Muhammad s .a .w . : " Angkatlah
kepalamu dan mintalah nescaya akan
diberikan, dan ajukan syafa 'atmu pasti
akan diterima ."

Maka Nabi
Muhammad s .a .w . berkata: " Ya
Tuhan , orang -orang yang durhaka
dari ummatku telah terlaksana pada
mereka hukum Mu dan balasanMu ,
maka terimalah syafa 'atku. " Allah
s .w . t. berfirman: "Aku terima
syafa 'atmu terhadap mereka, maka
pergilah keneraka dan keluarkan
daripadanya orang yang pernah
mengucap Laa ilaha illallah." Maka
pergilah Nabi Muhammad s. a. w .
keneraka dan ketika dilihat oleh
Malaiakt Malik , maka segera ia bangkit
hormat lalu ditanya : "Hai Malik ,
bagaimanakah keadaan ummatku
yang durhaka ?"

Jawab Malaikat Malik :
" Alangkah jeleknya keadaan mereka
dan sempit tempat mereka." Maka
diperintahkan membuka pintu dan
angkat tutupnya , maka apabila orang -
orang didalam neraka itu melihat Nabi
Muhammad s .a .w . maka mereka
menjerit serentak : " Ya Nabi
Muhammad s .a .w . , api neraka telah
membakar kulit kami ."

Maka
dikeluarkan semuanya berupa arang,
lalu dibawa mereka kesungai dimuka
pintu syurga yang bernama
Nahrulhayawan , dan disana mereka
mandi kemudian keluar sebagai orang
muda yang gagah, elok, cerah
matanya sedangkan wajah mereka
bagaikan bulan dan tertulis didahi
mereka Aljahanamiyun atau orang-
orang jahannam yang telah
dibebaskan oleh Allah s.w . t.. Dari
neraka kemudiannya mereka masuk
kesyurga , maka apabila orang -orang
neraka itu melihat kaum muslimin
telah dilepaskan dari neraka , mereka
berkata: "Aduh , sekiranya kami dahulu
Islam tentu kami dapat keluar dari
neraka ."

Allah s.w . t. berfirman:

" Rubama yawaddul ladzina kafaruu
lau kanu muslimin. " ( Yang
bermaksud) " Pada suatu saat kelak
orang -orang kafir ingin andaikan
mereka menjadi orang Muslim ."
Nabi Muhammad s .a .w .
bersabda: " Pada hari kiamat kelak
akan didatangkan maut itu berupa
kambing kibas putih hitam, lalu
dipanggil orang-orang syurga dan
ditanya : "Apakah kenal maut ?" Maka
mereka melihat dan mengenalnya ,
demikian pula ahli neraka ditanya :

" Apakah kenal maut ?" Mereka melihat
dan mengenalnya, kemudian kambing
itu disembelih diantara syurga dan
neraka , lalu diberitahu : " Hai ahli
syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli
neraka kini kekal tanpa mati. "
Demikianlah ayat : Wa andzirhum
yaumal hasrati idz qudhiyal amru
( Yang bermaksud) Peringatkanlah
mereka akan hari penyesalan ketika
maut telah dihapuskan."

Abu Hurairah r .a .
berkata: "Janganlah gembira seorang
yang lacur dengan suatu nikmat
kerana dibelakangnya ada yang
mengejarnya iaitu jahannam , tiap- tiap
berkurang ditambah pula nyalanya . "


tanbihul_ghafilin.tripod.com/sifatapi.htm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar